Kamis, 24 Mei 2012

Adab Dalam Belajar

A. Pegertian Adab Belajar
Adab adalah kata dalam bahasa arab yang arti secara lughohnya adalah "tata kerama/budi pekerti/etika." Luwais ma'luf menjelaskan dalam Munjid fil lughoh wal a'lam bahwa adab adalah ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan sesuatu adab belajar dan adab menjadi hakim. Adapun dalam kitab At-Ta'rifat menjelaskan adab adalah pengetahuan tentang sesuatu yang dapat menjaga seseorang dari macam-macam perbuatan salah.
Sedangkan belajar menurut kamus besar Bahasa Idonesia adalah:"Berusaha untuk mencari kepandaian atau ilmu." Hintzman berpendapat dalam bukunya yang berjudul Psycology of Learning and Memory bahwa belajar adalah Berubahnya diri seseorang karena suatu pengalaman yang bisa merubah prilakunya. James O-Wittaker mengatakan bahwa: belajar adalah metode merubah prilaku seseorang dengan cara memberi pengalaman dan ujian. Adapun dalam Tafsir Al-Qosimi Juz 11 Muhammad Jamaluddin mengatakan bahwa belajar adalah mencari jalan keluar suatu masalah dengan daya dan upaya.
Dari pendapat-pendapat di atas bahwa adab dalam belajar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan budi pekerti dan menghidarkan dari kesalahan-kesalahan ketika merubah diri seseorang dengan cara memperoleh pengalaman dan ujian.

B. Adab Dalam Belajar
Dalam hal ini ada tiga macam
1. Adab pelajar pada dirinya sendiri. diantaranya: Tidak memanggakan diri sendiri, tawadlu', jujur dan membersihkan hati dari sifat-sifat jelek serta membersihkan dari hadats agar dapat dengan mudah menerima ilmu.
2.Adab pelajar dengan gurunya. diantaranya: Tawadlu' apabila dihadapan guru, tidak bergurau ketika diajar, memandang guru dengan pandangan memuliakan.
3. Adab pelajar dengan teman-temannya. Tidak merendahkan dan memuji salah satu teman, tidak merendahkan teman yang IQ rendah,

Senin, 26 Maret 2012

Cinta Kholiq atau Mahluk


Pada awal semua ruh manusia diciptakan, mereka semua bersumpah janji mencintai Allah.
Tapi setelah Allah menciptakan surga, mereka berpindah mencintai surga. Dan setelah Allah menciptakan neraka, mereka takut pada neraka tidak kepada Allah. Kenudian setelah Allah menciptakan dunia, mereka berpindah lebih mencintai dunia (Harta, tahta dan wanita).”
Masih berapakah manusia yang beribadah karena benar-benar cinta dan takut kepada Allah…???

SYUKUR

Allah Berfirman:
لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذاب لشديد
"Jika kamu semua bersyukur (atas nikmat yang Aku berikan), niscaya Aku akan menambah. Dan Jika kamu semua kufur (atas nikmat yag Aku berikan), sesungguhnya siksaKu sangat berat".

Ayat diatas sudah sangat jelas, bahwa barang siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Tapi barang siapa yang kufur atas nikmat Allah, maka Allah pasti akan menyiksa dengan sangat berat.

Perlu diketahui bagi kita umat muslim, bahwa nikmat yang paling besar adalah berupa Iman dan Islam. Jadi, sangat buruk dan sangat berdosa jika sudah diberi nikmat berupa Iman dan Islam tapi kita menyia-nyiakannya.
Selanjutnya yaitu nikmat yang bersifat duniawi yaitu berupa rizki, kesehatan dan lain-lain yang tak terhitung bayaknya.

Kawan-kawan seiman, bahwa syukur terdiri dari tiga tahap yaitu:
  1. As-Syukru Bil-Lisan (Syukur dengan ucapan)
    Apabila kita mendapatkan nikmat dari Allah maka seharusnya kita mengucap hamdalah.
  2. As-Syukru Bil-Qolbi (Syukur dalam hati)
    Yaitu dengan memperbanyak Syukur dan dzikir kepada Allah di dalam hati.
  3. As-Syukru Bil-Arkan (Syukur dengan tindakan)
    Yaitu seperti menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangannya karena kita telah diberi nikmat berupa Iman dan Islam. Membayar zakat, Sedekah atas rizki yang telah diberikan kepada kita.